BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Deduktif dan Induktif
1. Pengertian
Deduktif
Dalam memecahkan
suatu permasalahan dalam filsafat ada tiga metode yang digunakan yaitu metode
deduktif, induktif dan metode dialetika. Tetapi yang penulis tekankan hanya
pada metode deduktif dan induktif. Metode deduktif yaitu proses untuk
mendapatkan pengetahuan ilmiah dengan menarik dugaan-dugaan sementara dari
suatu pengujian. Metode ini berfikir dimana suatu kesimpulan diambil dari
pinsip-prinsip umum dan diterapkan pada suatu yang besifat khusus.
Metode deduktif
berakhir dengan perumusan dugaan sementara yang ditarik secara logis dari
pengujian eksplanatoris. Eksplanatoris merupakan penelitian yang bertujuan
untuk menguji suatu teori atau penelitian untuk memperkuat atau menolak teori
atau hipotesis hasil penelitian yang sudah ada. Eksplanatori bertujuan untuk
mengetahui, memperoleh keterangan, informasi, data mengenai hal-hal yang belum
diketahui. .
Contoh
metode deduktif: setiap manusia yang lahir di dunia pasti akan mengalami
kematian. Si Ahmad adalah manusia berdasarkan ketantuan yang bersifat umum itu
Ahmad akan mengalami kematian karena Ahmad merupakan manusia.
Umum : Manusia mengalami kematian
Khusus : Ahmad adalah manusia
Kesimpulan : Ahmad akan mengalami kematian
2. Pengertian
Induktif
Metode yang digunakan untuk menarik kesimpulan dari
prinsip khusus kemudian diterapkan kepada sesuatu yang bersifat umum. Pada
umumnya bersifat generalisasi. Metode induktif berdasarkan sejumlah fenomena,
fakta, atau data tertentu yang dirumuskan dalam proporsi-proporsi tunggal
sehingga ditarik kesimpulan yang dianggap benar dan berlaku untuk umum. Dengan
mengumpulkan data-data dalam jumlah tertentu, dan menyusunnya dalam suatu
ucapan khusus. Pada penggunaan metode induktif, kesimpulan yang diperoleh
merupakan suatu keadaan yang boleh jadi benar.
Diawali dengan penelitian untuk mengamati berbagai
fenomena dan mengumpulkan berbagai macam fakta dan data yang kemudian
dievaluasi untuk bisa melahirkan kesimpulan umum tertentu. Kesimpulan tesebut
merupakan generalisasi dari fakta dan data atau proporsi tunggal yang ada yang
memperlihatkan kesamaan,
keterkaitan, dan regularitas antara fakta yang ada.
Dengan menggunakan cara kerja induksi kita bisa
langsung menyimpulkan umum tertentu dianggap benar, kebenaran-kesimpulan itu
entah berbentuk hukum atau teori ilmiah harus dianggap bersifat sementara.
Dengan kata lain, kita secara sah mendasarkan
diri pada berbagai fakta untuk menarik suatu kesimpulan yang benar. Hal ini
tidak menjamin bahwa kesimpulan tersebut benar secara mutlak karena yang
mendasari induktif adalah bahwa induksi tersebut tidak lengkap.
Dalam penelitian ilmu sosial (humaniora) induksi ini
semakin menjadi case-study. Permasalahan manusia yang konkret dan individual
dalam jumlah terbatas dianalisis, dan hasil dari analisis yaitu pemahan
kemudian dirumuskan dalam ucapan umum. Titik pangkal penelitian ditemukan pada
kenyataan yang dialami sendiri, atau pada pengalaman yang konkret dan
individual. Fakta yang ditemukan disebut intuisi.
Contoh metode induktif :
Khusus : si Ahmad adalah manusia
Umum : ia akan mati
Kesimpulan : seluruh manusia akan mati
B. Penerapan Deduktif Induktif dalam Ilmu Pengetahuan
1.
Penerapan Deduktif
Dari pengertian
umum dibuat eksplisitasi dan penerapan yang lebih khusus, dibedakan menjadi 2
tahap yaitu:
a.
Dari pengertian
yang telah diubah menjadi umum dapat dibuat deduksi mengenai sifat-sifat yang
lebih khusus yang mengalir dari yang umum tadi. Tapi masih dalam konteks
pengertian umum.
b.
Semua yang dari
umum harus dikaji kembali menjadi yang individual apakah sesuai dengan
kenyataan real lalu direfleksikan kembali
2.
Penerapan Induktif
Langkah-langkah
Metode Induksi
Menurut Ricoeur ada 2 (dua) langkah generalisasi yang
disebut Distanciation, atau penjarakan (1982. Hal. 13-4), yaitu:
1.
Makna objekektif
dalam ekspresi terlepas dari maksud subjek yang mengatakan, yang menunjukan,
yang menampakkan, sejauh maksud itu eksentrisik dari ekspresi sendiri ataupun
subjektistis. Misal: tidak diperhatikan lagi, apakah subjek mau menipu, mau di
puji atau mau berdamai.
2.
Makna objektif
dilepaskan dari situasi konkret, yang kebetulan, yang bisa bervariasi banyak.
Misal dicari arti pokok dalam ‘kebebasan’.’mengerti’.’kesetiaan’.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar