Kamis, 01 Juni 2017

menghubungkan teori suicide dalam kehidupan masyarakat

Menghubungkan Teori Suicide dari Emile Durkheim dengan Keadaan Sosial dalam Masyarakat
Bunuh diri menurut Emile Durkheim terjadi karena fakta sosial berupa integrasi dan regulasi yang tidak seimbang. Bunuh diri merupakan suatu tindakan yang secara sadar dilakukan oleh manusia untuk mengakhiri hidupnya dikarenakan berbagai faktor. Meliputi faktor intern dan ekstern yang terjadi pada seseorang. Intern berasal dari diri manusia itu sendiri sedangkan ekstern berasal dari luar, baik keluarga ataupun lingkungan sosial.
            Modus atau cara manusia untuk mengakhiri hidupnya sangat banyak. Bisa dengan gantung diri, menembak diri atau bunuh diri dengan meracuni dirinya sendiri dan masih banyak cara lain. Munculnya pemikiran seseorang untuk melakukan bunuh diri dikarenakan sudah tidak menemukan titik temu dan merasa tertekan pada permasalahan yang sedang di hadapi. Dan pada akhirnya mereka berpikir jalan satu-satunya untuk menyelesaikan masalah dengan bunuh diri.
            Emile Durkheim berpendapat bahwa ada 4 penyebab seseorang melakukan tindakan bunuh diri, yaitu:
1.      Egoistik
Adalah suatu tindakan bunuh diri yang di sebabkan karena merasa kepentingan sendiri lebih besar daripada kepentingan kesatuan sosialnya. Seseorang yang tidak mampu memenuhi peranannya dalam kehidupan sosial yang tidak sesuai dengan ekspektasi atau harapan (role expectation) didalam role performance (peranan dalam kehidupan sehari-hari) akan merasa tertekan dan frustasi yang akhirnya menimbulkan pemikiran untuk bunuh diri.

2.      Anomic
Alasan bunuh diri ini dikarenakan ketika kekuatan regulasi masyarakat terganggu karena terjadi ketidak jelasan norma-norma yang mengatur cara berpikir, bertindak dan merasa pada anggota masyarakat. Gangguan ini mengakibatkan individu merasa tidak puas, karena lemahnya pengawasan terhadap mereka yang akan bebas berkeliaran dan tidak akan pernah merasa puas terhadap kesenangan.

3.      Altruistik
Perasaan yang timbul pada diri seseorang bahwa keberadaannya merupakan sebuah beban dalam masyarakat yang memicu tindakan bunuh diri. Contoh: bunuh diri yang dilakukan di Jepang “hara kiri” yang dilakukan oleh pasukan militer untuk membela negaranya.

4.      Fatalistik
Alasan melakukan bunuh diri ini karena merasa putus asa dan tidak ada lagi semangat untuk melanjutkan hidup.
            Terdapat banyak kasus bunuh diri yang terjadi. Banyak faktor yang memengaruhinya, salah satu contohnya adalah kasus bunuh diri yang dilakukan oleh pasangan suami istri yang berasal dari Blitar. Bunuh diri ini dilakukan diatas sungai dengan motifnya adalah perselingkuhan. Maseno (52) dan Siti Nafiah (51) diketahui gantung diri dengan mengikatkan diri dipohon dengan menggunakan tali berwarna biru pukul 07:00 WIB pada hari Jumat (31/3/2017)
            Dugaan perselingkuhan warga Dusun Wonorejo Desa Slemanan Kecamatan Udanawu ini dibenarkan oleh anak-anaknya. Slah satunya Inaliyati, dan suaminya Agus Saifudin mengatakan sudah mengetahui niatan sang mertua untuk meninggal bersama dengan istrinya. Pasangan suami ini diketahui sering bertengkar karena dipicu hadirnya pria lain dalam hidup Siti Nafiah saat ditinggal suaminya bekerja sebagai TKI di Malaysia. Pria yang menjadi idaman lain merupakan tetangga dekat. Rumahnya hanya berjarak satu halaman sekitar kurang dari 100 meter. Dari keterangan keluarganya pasangan ini sudah pisah ranjang 10 hari. Hasil dari olah TKP dan Visum luar tim medis menyatakan pasangan suami istri ini meninggal murni karena gantung diri.
            Dari kasus tersebut dapat dikategorikan kedalam bunuh diri jenis Fatalistik. Dikarenakan sang suami tidak mempunyai alasan lain mengapa ia harus melanjutkan hidupnya. Sedangkan ia harus berpisah dengan istrinya karena faktor eksternal. Sang suami berpikir apabila istrinya tidak bisa merubah sifat dan tindakannya lagi lebih baik berakhir bersama. Persoalan ini sudah dicoba untuk dirundingkan secara kekeluargaan. Tetapi dari pihak pria idaman lain menginginkan tetap melanjutkan hubungan tersebut.
            Bunuh diri sebenarnya tidak menyelesaikan masalah yang dihadapi seseorang. Mungkin memang benar bahwa yang bersangkutan tidak akan menghadapi masalah tersebut tapi akan menimbulakan masalah bagi orang yang ditinggalkan. Masalah adalah sesuatu yang harus diselesaikan manusia karena semua masalah pasti ada jalan temunya tergantung seseorang berpikir dan bertindak untuk menemukan pemecah masalahnya.






Sumber:

http://repository.usu.ac.id/bitstream diambil pada hari Minggu 16 April 2017 pukul 14:22 WIB.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar