Menghubungkan Teori
Suicide dari Emile Durkheim dengan Keadaan Sosial dalam Masyarakat
Bunuh
diri menurut Emile Durkheim terjadi karena fakta sosial berupa integrasi dan
regulasi yang tidak seimbang. Bunuh diri merupakan suatu tindakan yang secara
sadar dilakukan oleh manusia untuk mengakhiri hidupnya dikarenakan berbagai
faktor. Meliputi faktor intern dan ekstern yang terjadi pada seseorang. Intern
berasal dari diri manusia itu sendiri sedangkan ekstern berasal dari luar, baik
keluarga ataupun lingkungan sosial.
Modus atau cara manusia untuk
mengakhiri hidupnya sangat banyak. Bisa dengan gantung diri, menembak diri atau
bunuh diri dengan meracuni dirinya sendiri dan masih banyak cara lain.
Munculnya pemikiran seseorang untuk melakukan bunuh diri dikarenakan sudah
tidak menemukan titik temu dan merasa tertekan pada permasalahan yang sedang di
hadapi. Dan pada akhirnya mereka berpikir jalan satu-satunya untuk
menyelesaikan masalah dengan bunuh diri.
Emile Durkheim berpendapat bahwa ada
4 penyebab seseorang melakukan tindakan bunuh diri, yaitu:
1. Egoistik
Adalah
suatu tindakan bunuh diri yang di sebabkan karena merasa kepentingan sendiri
lebih besar daripada kepentingan kesatuan sosialnya. Seseorang yang tidak mampu
memenuhi peranannya dalam kehidupan sosial yang tidak sesuai dengan ekspektasi
atau harapan (role expectation) didalam role performance (peranan dalam
kehidupan sehari-hari) akan merasa tertekan dan frustasi yang akhirnya menimbulkan
pemikiran untuk bunuh diri.
2. Anomic
Alasan
bunuh diri ini dikarenakan ketika kekuatan regulasi masyarakat terganggu karena
terjadi ketidak jelasan norma-norma yang mengatur cara berpikir, bertindak dan
merasa pada anggota masyarakat. Gangguan ini mengakibatkan individu merasa
tidak puas, karena lemahnya pengawasan terhadap mereka yang akan bebas
berkeliaran dan tidak akan pernah merasa puas terhadap kesenangan.
3. Altruistik
Perasaan
yang timbul pada diri seseorang bahwa keberadaannya merupakan sebuah beban
dalam masyarakat yang memicu tindakan bunuh diri. Contoh: bunuh diri yang
dilakukan di Jepang “hara kiri” yang dilakukan oleh pasukan militer untuk
membela negaranya.
4. Fatalistik
Alasan
melakukan bunuh diri ini karena merasa putus asa dan tidak ada lagi semangat
untuk melanjutkan hidup.
Terdapat banyak kasus bunuh diri
yang terjadi. Banyak faktor yang memengaruhinya, salah satu contohnya adalah
kasus bunuh diri yang dilakukan oleh pasangan suami istri yang berasal dari
Blitar. Bunuh diri ini dilakukan diatas sungai dengan motifnya adalah perselingkuhan.
Maseno (52) dan Siti Nafiah (51) diketahui gantung diri dengan mengikatkan diri
dipohon dengan menggunakan tali berwarna biru pukul 07:00 WIB pada hari Jumat
(31/3/2017)
Dugaan perselingkuhan warga Dusun
Wonorejo Desa Slemanan Kecamatan Udanawu ini dibenarkan oleh anak-anaknya. Slah
satunya Inaliyati, dan suaminya Agus Saifudin mengatakan sudah mengetahui
niatan sang mertua untuk meninggal bersama dengan istrinya. Pasangan suami ini
diketahui sering bertengkar karena dipicu hadirnya pria lain dalam hidup Siti
Nafiah saat ditinggal suaminya bekerja sebagai TKI di Malaysia. Pria yang
menjadi idaman lain merupakan tetangga dekat. Rumahnya hanya berjarak satu
halaman sekitar kurang dari 100 meter. Dari keterangan keluarganya pasangan ini
sudah pisah ranjang 10 hari. Hasil dari olah TKP dan Visum luar tim medis
menyatakan pasangan suami istri ini meninggal murni karena gantung diri.
Dari kasus tersebut dapat
dikategorikan kedalam bunuh diri jenis Fatalistik. Dikarenakan sang suami tidak
mempunyai alasan lain mengapa ia harus melanjutkan hidupnya. Sedangkan ia harus
berpisah dengan istrinya karena faktor eksternal. Sang suami berpikir apabila
istrinya tidak bisa merubah sifat dan tindakannya lagi lebih baik berakhir
bersama. Persoalan ini sudah dicoba untuk dirundingkan secara kekeluargaan.
Tetapi dari pihak pria idaman lain menginginkan tetap melanjutkan hubungan
tersebut.
Bunuh diri sebenarnya tidak
menyelesaikan masalah yang dihadapi seseorang. Mungkin memang benar bahwa yang
bersangkutan tidak akan menghadapi masalah tersebut tapi akan menimbulakan
masalah bagi orang yang ditinggalkan. Masalah adalah sesuatu yang harus
diselesaikan manusia karena semua masalah pasti ada jalan temunya tergantung
seseorang berpikir dan bertindak untuk menemukan pemecah masalahnya.
Sumber:
https://m.detik.com/news/berita-jawa-timur/d-3461645/aksi-gantung-diri-pasutrri-di-blitar-bermotif-perselingkuhan
diambil pada hari Minggu 16 April 2017 pukul 14:10 WIB.
http://repository.usu.ac.id/bitstream
diambil pada hari Minggu 16 April 2017 pukul 14:22 WIB.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar